Konsep Trinitas berasal dari hindu?
Seorang pembajak sebuah buku yang larispun tetap akan mencantumkan siapa pengarangnya. Dia cuma memperbanyak, tidak mengaku-aku. Bagaimana jika sebuah agama melakukan hal sebaliknya? Membajak dan mengganti nama pengarang dengan namanya?
Perihal kerumitan konsep tuhan berslogan shampoo merek tertentu (three in one) itu sangat tidak asing lagi. Namun kita mungkin tidak pernah tahu bahwa konsep itu benar-benar bukan “asli” dari “tuhan”, tetapi hasil comotan gereja dari paham yunani-romawi waktu itu.
Di dalam salah satu tulisannya, Adi setia, seorang pengajar di IIUM memaparkan asal-usul filsafat dan sains yunani kuno yang selama ini tidak terlalu diperhatikan. Ternyata filsuf yunani banyak belajar dari dunia timur seperti mesir, babilonia, cina atau India yang telah maju beberapa abad sebelum adanya peradaban yunani. Ia menganjurkan pencarian yang intensif atas transformasi ilmu tersebut. (Melacak ulang asal-usul filsafat dan sains yunani kuno, Islamia, vol. III no.1 2006, hal.114).
Seandainya Adi setia membaca karya O. hashem tentang Kesaan Tuhan, pastilah ia akan terpuaskan, sebab o. hashem secara jelas menampilkan, berdasarkan hasil kajian para ilmuwan jerman, betapa budaya hindu mempengaruhi alam pikiran orang-orang yunani, sehingga, tidak hanya konsep inkarnasi dan trinitas saja yang mereka “curi” (nanti kita lihat di posting berikutnya), tapi juga nama-nama dan kata-kata yang sering digunakan sehari-harinya. Silahkan lihat daftar keajaiban berikut ini.
Tabel 1. Kesamaan–kesamaan kata yunani-hindu
Here
Sumber : O. Hashem, Keesaan Tuhan, IC Al-huda, Jakarta, 2001.
Demikianlah, o. hasem memberikan “sekedar” beberapa contoh keterkaitan antara hindu dan yunani. Setelah ini semua, kita tidak begitu ragu untuk mengatakan, bahwa, sangat memungkinkan pemikiran hinduisme menjadi pilihan bagi para pendeta Kristen baik sadar ataupun tidak, dalam pembentukan konsep trinitas agama tersebut. Setelah ini, semuanya perihal trinitas lebih mudah dan asyik untuk diikuti.